Perundungan sebagai Fenomena Sosial dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Tematik
Keywords:
Perundungan, Perundungan Verbal, Perundungan Fisik, Tafsir Tematik, Al-QuranAbstract
Perundungan merupakan bentuk kekerasan sosial yang tidak hanya muncul dalam wujud kekerasan fisik, tetapi juga melalui kekerasan verbal seperti ejekan, penghinaan, pelabelan negatif, ancaman, dan stigmatisasi sosial. Praktik-praktik tersebut berpotensi merusak martabat manusia dan menimbulkan dampak psikologis yang mendalam. Artikel ini mengkaji representasi perundungan verbal dan fisik dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i), dengan fokus pada kisah-kisah para nabi sebagai narasi utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan. Al-Qur’an dijadikan sebagai sumber primer, sementara kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer—seperti Jāmi‘ al-Bayān karya al-Ṭabarī, Tafsīr al-Munīr karya Wahbah az-Zuḥaylī, dan Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Quṭb—digunakan sebagai sumber sekunder. Ayat-ayat yang relevan dihimpun, diklasifikasikan berdasarkan bentuk perundungan, dan dianalisis secara tematik untuk mengungkap pola, relasi sosial, serta pesan etis yang terkandung di dalamnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an merepresentasikan perundungan sebagai fenomena sosial yang berulang dan erat kaitannya dengan ketimpangan relasi kuasa serta penolakan terhadap kebenaran. Perundungan verbal sering kali berfungsi sebagai tahap awal untuk melemahkan legitimasi kebenaran, yang kemudian berkembang menjadi perundungan fisik seperti penganiayaan, pemenjaraan, pengusiran, dan upaya pembunuhan. Al-Qur’an secara tegas mengutuk kedua bentuk perundungan tersebut sebagai perbuatan zalim dan menegaskan pentingnya respons etis yang berlandaskan kesabaran, keteguhan moral, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Kajian ini menegaskan relevansi nilai-nilai Qur’ani dalam merespons fenomena perundungan dalam konteks sosial kontemporer.
References
Abd Al-Baqi, M. F. (1945). Al-Mu’jam al-Mufahras li Al-Fazh al-Quran. Dar al-Hadits.
Al-Alusi, S. al-D. M. (n.d.). Ruh al-Ma’ani. Ihya al-Turats al-Arabi.
Al-Isfahani, A. Q. H. bin M. A.-R. (2009). Al-Mufradat fi Garib Al-Quran (p. 722). Nazar Mushtafa al-Baz.
Al-Qaradhawi, Y. (2000). Kaifa Nata’amal Ma’a al-Quran (3rd ed.). Dar Al-Syuruq.
Al-Sha’idi, A. A.-H. A. al-L. (1996). Al-Rihal fi Al-Islam wa Anwauh (1st ed.). Maktabah al-Dar Al-Arabiyyah li al-Kitab.
Al-Zamakhsyari, A. Q. M. bin U. (1998). Al-Kassyaf (1st ed.). Maktabah al-Abikan.
Hasibuan, I. M., Mutthaqin, S., Erianto, R., & Harahap, I. (2023). Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Perekonomian Nasional. Urnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 8(2), 1200–1217.
Ibn Faris, A. H. A. (1946). Mu’jam Muqayis Al-Lughah (p. 2979). Dar al-Jail.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10.Tathun 2009 Tentang Kepariwisataan. BPK, 49–56. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38598/Uu-No-10-Tahun-2009
Jaenudin, J. (2021). Pendidikan Pariwisata Dalam Al-Qur’an: Telaah Ayat-Ayat Yang Berkaitan Dengan Pariwisata. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 73–93. https://doi.org/10.36671/andragogi.v4i01.154
Mas’ud Maulana, Hidayatul Fikra, A. Y. Y., & Chodijah, M. (2022). Gunung Djati Conference Series, Volume 8 (2022) The 2nd Conference on Ushuluddin Studies. Gunung Djati Conference Sains, 8, 630–638.
Parwisata, K. (2009). BAPPELITBANGDA Kabupaten Bandung Barat.
Putri, M. A., Sarbaitinil, S., & Irwan, I. (2022). Motivasi Wisatawan Domestik Berkunjung Ke Objek Wisata Pantai Family Nagari Muara Kandis Punggasan Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan. AURELIA: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(1), 127–135. https://doi.org/10.57235/aurelia.v1i1.72
Sahara, F. N. A., Iqbal, M., & Sanawiri, B. (2016). ANALISIS MOTIVASI BERKUNJUNG WISATAWAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN WISATAWAN TENTANG PRODUK INDUSTRI KREATIF SEKTOR KERAJINAN (Studi pada Wisatawan Domestik di Kota Batu, Jawa Timur). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 35(2), 146–154.
Suparman, S., Tadulako, U., Muzakir, M., & Tadulako, U. (2023). Potensi Pariwisata Budaya di Negeri. desember.
Syahriza, R. (2014). Pariwisata Berbasis Syariah (Telaah Makna Kata Sara dan Derivasinya dalam al- Qur ’ an). Human Falah: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 1(2), 135–145.

