Hermeneutika Semiotika Al-Quran Mohammed Arkoun; Dekonstruksi Kritik Epistemologi Islam

Authors

  • Rahayu Subakat Rahayu IAIN Takengon

DOI:

https://doi.org/10.54604/mbz.v13i1.328

Keywords:

Hermeneutika, Semiotika, Mohammed Arkoun, Kritik Epistemologi

Abstract

Mohammed Arkoun di dalam teori pemikirannya menggunakan metodologi berbagai ilmu sosial, sejarah, politik, psikologi, sosiologi, mitologi, filsafat, semiotika, linguistik, untuk meninjau naskah-naskah keagamaan klasik. Menurutnya tidak ada konsepsi keberagamaan yang terlepas dari pertautan Bahasa-Pemikiran-Sejarah maka dimungkinkan adanya kritik terhadap pemikiran, pluralitas pemahaman, autentisitas dan dinamika pemikiran, kontekstualisasi ajaran, dan juga salah satu ide penting dari Arkoun adalah hermeneutika al-Quran dengan pendekatan teori semiotika dan fakta literatur yang mempelajari tentang Mohamed Arkounsecara , sehingga ini menjadi tujuan dari penulis untuk menelitinya lebih lanjut dalam pembahasan. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan library research yang berupaya menemukan teori hermeneutika semiotic. Objek material dalam penelitian ini adalah literatur-literatur tentang Muhammad Arkoun. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu literature yang berkaitan dengan Arkoun. Objek formal digunakan dalam tulisan ini menggunakan konsep-konsep semiotika al-Quran. Hasil pembahasan dalam penelitian ini bahwa dalam penafsiran teks - teks agama, Arkoun melihat keterkaitan antara dimensi bahasa, pemikiran, dan sejarah. Sehingga seyogyanya perlu dilakukan penafsiran secara hermeunetis. Sebagaimana Arkoun menggunakan teori - teori sosial sebagai metode analisisnya seperti mitos (Ricoeur), wacana (discourse) dan episteme yang dikembangkan Focoult, Langue dan Parole oleh Saussure serta dekonstruksi Derrida dalam membaca teks al-Quran. Arkoun juga menawarkan konsep Islamologi Terapan yaitu dengan sadar menggunakan berbagai metode dan ilmu sosial yang modern untuk memahami, mencermati dalam menganalisis konstruksi keilmuan dan pemikiran keagamaan Islam secara lebih mendasar. Pemikiran Arkoun lebih bercorak historis, yaitu bentuk analisis terhadap struktur konstruksi keilmuan agama sangat erat hubungannya dengan sosio - historis tatkala keilmuan itu dibangun.

References

Arkoun, M. (n.d.-c). Demi Islamilogi Terapan, Dalam Nalar Islami.

Budiman, K. (n.d.). Semiotika Visual.

Henri, M. (2012). Membaca Al Quran bersama Mohammed Arkoun.

Henrik Mauleman, J. (2012). Membaca al-Quran bersama Mohammed Arkoun. LKIS Yogyakarta.

Hidayat, K. (n.d.). Arkoun dan Tradisi Hermeneutika; dalam Membaca Al Quran bersama Muhammad Arkoun.

Shaikh, S. A. (2012). Islamic Philosophy and the Challenge of Post Modernism. SSRN Electronic Journal, November 2011. https://doi.org/10.2139/ssrn.1618191

Soekarba, S. R. (n.d.). Kritik Pemikiran Arab: Metode Dekonstruksi Mohammed Arkoun.

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Rahayu, R. S. (2023). Hermeneutika Semiotika Al-Quran Mohammed Arkoun; Dekonstruksi Kritik Epistemologi Islam. Mubeza, 13(1), 60–67. https://doi.org/10.54604/mbz.v13i1.328

Issue

Section

Articles